LEGAL ISSUE IN SECURITY POLICY OF INTERNATIONAL COMPANY : A LEGACY APPLICATION SETTING, COMPARATIVE STUDY OF EU PERSPECTIVE and US LAW TRADITION

March 4th, 2010

Research Project

Security plays a big part in today’s world of computer, e-commerce and the internet. By the advent of the Internet and networking, there has been a huge potential for expanding the way that businesses communicate and share data, provide services to clients and process information to increase their efficiency and lower production costs. It is now possible to interconnect two partner companies in order to share data in real time, to hold conferences with people who are geographically separated and to place orders and update inventory in real-time.

Unfortunately, the security of information is at risk by simply being stored and accessed on a networked computer. The risk of an incident is even more significant when multiple people will be legitimately modifying, updating, and otherwise accessing the data on these systems.

As these threats have increased, security has become a priority for companies, where companies hold large amount of personal information about its costumers or clients, keeping the information private is top priority. A Security policy is needed to inform user and staff members about the need of their responsibility to process the organizations technology and critical information. Security policies inform employee of the guidelines processing company and asset. Security policies also serve as good foundation for conducting audits of the network and its resources. Developing a security policy will help to define strategic goals, to identify critical assets, and to uncover potential vulnerabilities and/or existing vulnerabilities.

Read the rest of this entry »

Pramex-ku Yang Ku Cinta, Dimata Mahasiswa Asing…

May 29th, 2009

KEMBALI KE SOLO (PART 3)

PRAMEX-KU YANG KU CINTA, DIMATA MAHASISWA ASING…

Ruang bioskop yang tadinya gelap gulita dan hanya terkena cahaya dari layar lebar yang ada didepan, tiba-tiba aja berubah menjadi terang benderang. Aku pun dengan malasnya masih duduk-duduk saja di kursiku, begitu pula Galuh. Maklum kita berdua sadar akan badan kami yang memang bonsor dan pastinya hanya akan memenuhi pintu keluar disamping ruangan. Setelah hampir habis orang yang ada didalam bioskop, aku pun mulai beranjak bersama Galuh. Tapi tak berapa lama aku tertawa cekikikan berdua dengan Galuh, karena aku yakin yang ada di otak kami itu isinya sama. Bagaimana kita tidak tertawa? Sesaat setelah kita berdiri tegak, mbak-mbak yang salah kostum dan yang dari tadi uring-uringan karena salah memilih film itu, akhirnya lewat didepan kami. Aku sih berharap mbak-mbak itu kalau besok-besok mau nonton film lagi, setidaknya mencari dulu lah referensi film yang mau ditontonya itu, jangan beli tiket aj mentang2 bergaya glamor dan punya uang banyak. Kan percuma, kalau ternyata isi otaknya kosong, dan hanya ngomel-ngomel karena film “Jamila dan Sang Presiden” ternyata film yang berat dan perlu pemahaman lebih saat menontonnya. Ya pastilah dia bingung sendiri, dan ga tau film itu bercerita tentang apa, belum lagi yang gaya perfilmannya teater banget. Saran aja deh ya mbak, kalau mo nonton film komedi dan sedikit parno-parno gitu, ya tinggal liat aja yang bintang filmnya Tora Sudiro…hehee…Aku jamin, kamu ga salah milih film lagi deh, okey?

Read the rest of this entry »

HUKUM ITU INDAH…

May 22nd, 2009

KEMBALI KE SOLO (PART 2)

Siang itu, setelah si adik selesai keramas, aku dan Galuh pun segera ambil air wudlu buat dhuhur. Karena rencananya, kami mau nonton film beneran di 21 Grandmall. Seperti biasa, belum juga kami beranjak setelah bilang itu semua ke si adik. Jadi deh, si adik gantian meledek kami. Namun, tak berapa lama handphone ku berbunyi, dan ternyata itu adalah Mas Guritna atau biasa aku panggil “Mas Nana”. Lihat kan, nama Nana juga tak hanya milik kaum cewek, hehee…

Mas Nana adalah temanku magang di Pusat computer UNS, pas kami lagi lucu-lucunya jadi mahasiswa tingkat akhir yang ga kelar-kelar juga. Tapi sekarang aku dah lulus, dah lama malahan 2 tahun lalu, sedang Mas Nana, sepertinya baru akan selesai. Meski begitu, aku sama sekali ga berani mengejeknya, karena meski anak-anak MIPA yang doyan main-main computer, mereka emang pada canggih-canggih banget soal computer dan internet, palagi kalau buat mbajak-mbajak,hehee. Tapi semua itu sudah jadi hal biasa kok, sebab memang dah digaransi ga bakal lulus cepet anak-anak seperti semua teman-temanku di Puskom itu. Kalau belum ampe semester 14, termasuk perpanjangan kuliah 2 kali, dan surat peringatan DO belum diterima, aku yakin mereka ga bakalan mau nggagas pendadaran skripsi,heheee…

Read the rest of this entry »

AGNES MONICA , SIGI WIMALA ATAU VOKALIS YOVIE AND THE NUNO…?

May 18th, 2009

KEMBALI KE  SOLO (PART 1)

Hari itu, hari Kamis sore menjelang senja. Aku berencana pergi ke Solo menemui teman-temanku yang sangat aku rindukan. Saat itu seminggu setelah kepulanganku dari Borneo dan tentu saja setelah badanku agak baikan dari acara usung usung meja ke kamarku pada cerita sebelumnya. Dengan motorku dan hati penuh keceriaan, aku pun menuju ke stasiun berboncengan dengan si inem yang akan membawa pulang kembali motorku. Begitu sampai di stasiun, aku pun menerobos saja mas-mas yang ribet banget tanya-tanya soal prameks ma mbak-mbak tukang tiket. Berhubung masnya biasa aja tampangnya, naluriku pun biasa aja bahkan lebih geregetan soalnya ga perlu deh tanya-tanya ribet gitu secara jelas terpampang di papan jadwal lengkap prameks. Kecuali si mas itu emang ga bisa baca kali ya ! Bayangin aj gimana Indonesia bisa maju coba, kalau semua papan petunjuk ga ada yang dibaca ma calon penumpang kereta. Bisa-bisa mba-mba tukang tiket itu juga bisa kehabisan nafas ngejelasin ke semua cowok kayak mas nya itu, padahal masnya itu cuma butuh ke Yogya lagi. Aku sih cuek aja saat mas nya kelirik sirik gitu saat aku serobot,hehehe…

Read the rest of this entry »

WELCOME HOME…

May 12th, 2009

Kamis itu, 23 April 2005, aku akhirnya kembali lagi ke kota kelahiranku setelah aku habiskan 6 bulan di Borneo yang mengesankanku. Tepat pukul 5 sore, pesawatku tiba di bandara Adi Sucipto. Sepanjang 300 meter aku harus berjalan dari pesawat menuju koperku yang sudah dibawa ke dekat pintu keluar bandara. Gerimis mengenai rambutku saat itu, tapi aku berucap syukur yang mendalam karena pesawatku telah landing. Tahu sendiri lah, aku termasuk orang yang takut ketinggian meski ga terlalu parah. Tapi itu tak seberapa jika dibandingkan dengan pesawat yang bergoncang akibat cuaca buruk, sepertinya aku akan menjadi sangat ketakutan hingga tak tau malu. Hehehe, itu karena jika aku naik lift, aku masih bisa menahan malu ku, so aku tetep aja bias jaim.

Saking senangnya melihat peradaban yang ada di Yogya setelah keterasinganku di Borneo, membuatku lupa diri. Tapi akhirnya aku tersadar, setelah hiruk pikuk orang-orang berebut taksi didepanku dan hujan yang mulai deras. Aku pun lalu menghidupkan telpon genggamku dan aku hubungi kakak iparku yang akan menjemputku. Jarak kotaku hanya 1 jam dari bandara, jadi aku lebih suka naik motor pulangnya daripada aku harus naik bus, apalagi bus selalu membuatku mabuk. Memang sangat menyebalkan saat kereta pramex yang sangat aku cintai itu hanya punya jadwal keberangkatan terakhir pukul 4 sore ke kotaku. Namun bagaimanapun, motor tetaplah alat transportasi yang pualing aku suka.

Read the rest of this entry »

“SESUATU” DARI BORNEO…

May 7th, 2009

Banyak orang ketika itu shock mendengar keputusanku untuk pergi ke bumi khatulistiwa, tepatnya di Kalimantan Selatan. Pikiran itu sebenarnya sudah lama ada dalam benakku sejak aku tiba-tiba saja masuk rumah sakit karena Demam Berdarah dan tak berapa lama, ayahku menyusul masuk rumah sakit karena sroke-nya, dan akhirnya meninggal dunia. Semua hal yang datang bertubi-tubi itu, membuat aku menjadi bukan diriku lagi, hatiku goyah, dan bahkan aku tak mampu berfikir tentang diriku lagi. Aku sama sekali tak tau, aku akan melakukan apa ke depannya.

Aku benar-benar tak pernah menyangka saja, kejadiannya begitu cepat terjadi. Aku bahkan masih tak percaya, ayahku pergi begitu cepatnya meninggalkan kami. Dua bulan, aku tak masuk tempat kerjaku karena selain DB aku juga terkena typus dan harus istirahat total 1 bulan. Tapi, kenyataannya, cutiku menjadi sangat panjang karena kepergian ayahku. Belum lagi kekecewaanku terhadap bosku, membuat aku juga akhirnya mengecewakannya. Semua hal itu, datang secara beruntun, dan semuanya berat sekali rasanya. Sepanjang hari, aku hanya berusaha agar isi otakku kosong, aku berharap bisa mengeluarkan semua hal yang ada didalamnya. Tapi sia-sia, selalu saja ada hal yang aku pikirkan, hingga aku merasa tak pernah bisa berhenti berfikir.

Read the rest of this entry »

Kluwek…wek..wek…wek ! Kau datang disaat yang tepat pada orang yang keren,hehee…

January 20th, 2009

Tepat jam 07:09:49 Waktu Indonesia Tengah, adikku Kurnia, dedengkotnya SAT setelah angkatanku, tiba-tiba memeberiku sebuah alamat situs KLUWEK (Kelompok Linux Cewek Solo). Sayangnya, saat itu aku lagi sedikit ribet dengan urusan e-mail dari benua Eropa. Fiuh, sedikit tegang, ditambah tiba-tiba mati lampu. Tapi sepertinya, semua sedang berpihak padaku saat itu.

Lampu kembali nyala dan internetku beraksi kembali. Bahkan di tengah matinya lampu tadi, justru ide juga muncul untuk menyelesaikan masalahku terkait e-mailku yang tadi. Setelah semua terkendali, aku buzz Mr Kurnia, but no respon. Padahal aku ingin ngobrol, so ya aku alihkan buat menulis di blog-ku ini deh.

Actually, aku mau menceritakan tentang betapa beruntungnya aku saat ini. Punya adik-adik SAT yang selalu “care” dengan ku, selalu membantuku meski aku kini jauh dari mereka. Yah, maaf, kakakmu ini sedang butuh udara lain. But, kita tetap selalu keep in touch, kita tetap selalu sharing banyak hal melalui dunia maya ini. Meski hiks, aku sedikit berkorban di sini, aku harus membayar penggunaan internetku. Menyedihkan dan cukup shock, mengingat begitu nyamannya dulu ketika masih magang di Puskom, hidupku selalu di banjiri bandwith non stop 24 hours.

Read the rest of this entry »

Birunya Borneo…

November 25th, 2008

Borneo…

Tanah ini sudah aku injak sejak 15 hari yang lalu…Tapi baru malam ini, aku berniat menulisnya…Aaah, aku masih saja seperti ini sejak SMA. Menulis, hanya ketika hati ini ingin menulis…

Belum banyak yang bisa aku lakukan disini, tapi tak mengapa karena aku merasa punya waktu lebih untuk menemukan sisi diriku yang sudah mulai hilang…

Sering sekali aku memandang langit borneo ini ketika aku berjalan sendiri…atau ketika aku membonceng kakakku di motor bututnya..Mungkin itu hal yang paling aku sukai di tanah borneo ini…Sungguh indah sekali langit disini…

Apalagi ketika kau melihat didepanmu hamparan lahan yang kosong dan sangat luas…Awan itu seolah bisa kau ambil seperti kau mengambil bongkahan es…Dia rendah sekali letaknya dan seperti ada di depan kita tak jauh…Dan ketika kau buka semakin lebar matamu hingga semua terlihat secara keseluruhan…kau akan melihat suatu karya cipta yang luar biasa…sangat indah…seperti bukit bunga yang bergerombol kecil kecil dan semuanya berwarna putih bersih…terhampar sangat luas dan sangat banyak…dengan background warna biru yang sungguh menawan…

Belum lagi jika kau lihat di hari yang menjelang senja…lambat tapi pasti…awan awan itu berjalan membubarkan diri dari gerombolan bunga, terbawa angin…Dan slide berikutnya, tetap dengan ritme yang pelan tapi pasti…background belakang pun beralih dengan diawali sorotan sinar kuning kemerahan yang memancar dari celah-celah awan yang masih tersisa dalam gerombolannya…

Sinar kuning kemerahan itu pun memancar ke berbagai arah hanya dari satu titik di belahan bumi sebelah barat…memanjang dan memberikan warna baru pada langit…merah…hingga wajahmu pun seperti ikut merah merona…lalu langit pun, tak lagi dipenuhi segerombolan bunga putih…

Bunga bunga putih itu bergerak memanjang, sepanjang angin ingin membentangkannya…

Ketika kau terduduk menikmati fenomena alam itu, kau seolah dibawa ke bukit yang paling tinggi dan tak seorang pun yang ada di sekililingmu…yang ada hanya sebuah kelapangan hati menerima pemberiannya…keindahan bercakap denganNYA dan rasa syukur yang takkan pernah berhenti terucap dari mulutmu, karena waktu yang telah diberikanNYA padamu untuk kau nikmati itu semua bersamaNYA. Rasanya saat itu, hanya ada kau dan DIA kawan…

Aku tak pernah sadar kalau terkadang aku menghabiskan waktu 2 jam untuk menikmati semua perubahan langit itu, sampai akhirnya langit semakin gelap dan adzan mahgrib berkumandang pada jam 18:30 WIT ditanganku…Indah sekali 2 jam ku berlalu pada hari itu, dan tak ingin rasanya besok aku terkurung dalam tembok yang menutup semua jarak pandangku ke semua arah. Hal yang sudah aku lakukan dalam 2 tahun terakhir kemarin, seperti dalam penjara sering aku menyebutnya…

Tak ingin aku mengulang untuk masuk bui itu lagi, meski terkadang di bui itu banyak juga hal yang menyenangkan. Aku hanya ingin bisa lebih bebas lagi sekarang…terbang ke semua tempat yang ingin aku lihat. Dan bahkan jika diizinkanNYA ingin aku melihat perubahan langit itu dari semua tanah yang kuinjak di bumi ini, dan bukan hanya tanah borneo ini…

Aaah…sungguh aku sangat menyukai langit biru…awan putihnya…merahnya senja dan tenggelamnya matahari…Seberapa seringkah kita bisa bertemu untuk melihatnya bersama kawan ?

Banjarbaru, 22 Nov 2008, 1:11 WITA

-Onink-

ALTERNATIVE DISPUTE RESOLUTION FOR E-COMMERCE DISPUTES

November 23rd, 2008

GENERAL DESCRIPTION

The development of information technology and telecommunications leads to the development of the telecommunications facility services. One of them is the development of internet service. Nowadays, internet does not only become a media where much information can be accessed, but also becomes a space to do a trading transaction, known as electronic commerce (e-Commerce).

E-commerce has 5 basic categories. Those are Business – to - Consumer, business – to - business, consumer to customer, business to government and business to process (Bond University, INFT 12-221/72-7221 E-Commerce 1, Lecture 1 Notes). E-commerce lets organization or company get into the market easily, cheaply, and geographically borderless. Everything will be in the cyberspace where the stakeholders of e-commerce interact, communicate, do transaction, and also compete.

E-commerce gives many advantages. Besides, it also has some disadvantages. Sometimes, the stuffs offered in the websites are different in quality with those are in fact. E-commerce also leads to individualism, since the seller and the buyer do not directly meet. That causes the lost of trust among seller and buyer and the raising of an animus by using technology (deception, pirating, hacking, etc.). Those are the trigger of a dispute among the e-commerce performers. Read the rest of this entry »

I love you all more than you ever know…(PS: Mba’Ache & Mba’ Doewie)

November 6th, 2008

4 November 2008

Pagi itu, aku terbangun cukup siang, jam 06:30wib. Waktu yang sangat siang malahan kalau aku sedang berada di rumah, dan ibuku pasti akan berteriak-teriak karena hal itu. Cepat-cepat aku ambil untuk wudlu, karena aku belum sholat shubuh, meski ga tau diterima atau ga sholatku itu atau malah dihitung sebagai sholat dhuha,heheee…

Setelah sholat, aku bikin secangkir kopi sambil menunggu ibuku siap berangkat ke sekolah, kebiasaan kalau aku dirumah, pastilah minta diantar…

Tapi aku lalu teringat, kalau aku belum memberi kabar seorang kakak yang aku sangat dekat, tetapi sangatlah jauh dia di Perancis sana. Kemarin, saat aku berpamitan dengan teman-teman di puskom pun, mas wawan dah menyampaikan ke aku, kalau mb’dwi menanyakan diriku. But, karena kesibukanku menyiapakan keberangkatanku, aku putuskan, nanti sajalah klo dirumah, aku akan menghubunginya,..

Aku lalu ambil hp-ku, dan aku sms lah dia, aku kabarkan padanya kalau aku besok dah terbang ke Banjarmasin, dan aku meminta do’anya agar ga kelamaan disini, tapi tahun depan, aku sudah bisa menyusulnya ke Perancis…

Read the rest of this entry »